Ibu Tiri Mengakhiri Dengan Diam-diam Di Ranjang

trus maen kuda-kudaan”“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.Dengan sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya. Bokep china gimana dong ada solusi nggak?”“Hmm… gimana kalau aku tawarkan sesuatu yang ekstrim tapiiii… nggak jadi deh, Di..” ucap Bimo ragu-ragu.“Ayo dong Bim, lanjutin kata-katanya, aku pasti setuju deh” pintaku dengan penasaran“Sebenarnya aku ragu dengan usulanku ini, sangat ekstrim, namun lebih baik dibandingkan dengan selingkuh atau jajan Di. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Aku tidak kuat” kataku pada Bimo.“Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.Sesampainya di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut kedatanganku. “Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek.“Bener nggak ada masalah mas? Segera saja aku menuju kamar mandi bawah untuk mandi. Melihatnya, seolah aku sedang bercermin. Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan Nadia. Disampingku istriku tidur dengan memakai daster kembang-kembang warna kuning yang juga dipakainya saat hamil Daffa anak pertamaku, yaaa….

Ibu Tiri Mengakhiri Dengan Diam-diam Di Ranjang

Related videos