“Dik, kamu pacaran sama Mela ya?” tanya Farah setelah
ruangan sepi, tinggal kami berdua. Aku lihat Mbak Mira tidak masuk kamar, tapi hanya
membuka pintu dan memasukkan hand-bag-nya. Hijab bokep Didorongnya tubuhku sehingga rudalku terlepas dari vaginanya. Nggak berani terus-terang mandang langsung?” Aku berpikir sejenak mencerna
maksud pertanyaan Mbak Mira itu. Dalam keterpejaman mata itu, aku seperti melayang-layang dan
sekelilingku terasa begitu Mira, seperti nama waMela yang sedang menyatu
denganku. Selesai sekolah Sabtu itu langsung dilanjutkan rapat pengurus OSIS. Jangankan untuk ML, sekedar menciumpun rasanya hampir mustahil. Beberapa menit kulakukan aksi yang sangat dinikmati Mbak Mira
itu,sebelum akhirnya dia mendorong kepalaku agar terlepas dari
toketnya. Kuperhatikan daya
tarik seksual Mbak Mira ada pada toketnya. “Kalau sekedar mengejar kepuasan nafsu, itu gampang. Kulirik arloji menunjukkan
jam setengah 9, berarti Mbak Mira terlambat setengah jam. store di mall itu. Aku baru mengerti, Farah sengaja
melama-lamakan membenahi catatan rapat supaya ada kesempatan ngomong berdua
denganku.“Emangnya, kenapa sih?” aku balik bertanya. Kemudian
tangannya langsung membuka kancing dan retsluiting jeans-ku. Setelah itu dia berjalan ke belakang
ke arah kamar mandi. “Lucu kepalamu,” Mbak Mira sewot. Bisa nggak dapet bis
kalau kesorean,” jawabku. Kuimbangi dengan aksi serupa. Rapat itu dilakukan
sebagai persiapan sekaligus pembentukan panitia kecil pemilihan OSIS yang baru.




















