“Belum bro…”, jawabku.“Lu jangan mau termakan rayuan orang bro, muka boleh cantik, tapi kita kan gak tau hatinya gimana?!”, tegur Syamsul.“KTPnya kan kita sita mas bro…”, jawabku membela. Bokep Hijab Cuma yang tidak habis pikir, kenapa tidak sedari dulu mereka melarang hubungan kami? Gadis itu terlihat diam lalu membuka tasnya dan melihat isi dompetnya. ranti kebingungan, ia awalnya bingung bagaimana cara melayaniku. ranti sangat cantik menurutku, hari ini tak mau aku sia-sia kan, agar kelak aku tidak menyesal bila tidak mendapatkannya. Cuma yang tidak habis pikir, kenapa tidak sedari dulu mereka melarang hubungan kami? “Oh, orang bengkel?”, ibunya ternyata sudah mendengar cerita ranti. Anti sebenarnya masih mencintaiku, namun posisinya serba salah, ia tidak mungkin menjadi anak durhaka yang tidak mematuhi kemauan orang tuanya. Dalam pikiranku, aku hanya merasa sangat bersalah.“Sudah lah Din, kita harus sadar memilih pasangan yang sederajat…”, kata Syamsul saat bertemu denganku di kios kami.Syamsul benar, ranti akan lebih bahagia dengan pria lain, dia tak layak hidup dengan aku yang susah begini.




















