“Mm.. Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik 100 derajat, tanganku gemetaran dan keringatku menguap karena kepalaku jadi sepanas tungku api. Bokep china Kepalaku tiba-tiba pusing karena tidak percaya, mataku terus kukusek-kusek seakan penglihatanku berkunang-kunang. Yang itu ya?”
“Sedikit lagi kak. “Rumahnya di mana Alex?” Tanyanya sewaktu kami berdua sudah ada di dalam mobil. Huf.. tapi..” Saat itu cairan Andrenalinku mulai morat-marit dan kukira dia akan menertawaiku, kenyataannya berbeda dan tidak pernah kusangka sebelumnya, dia menciumiku dan memelukku dengan erat, aku yang kecil ini pasrah saja dengan permainannya.Lidahnya bermain di dalam mulutku, ia mencium dengan ganas. Saya masuk ke sana karena hobby sejak kecil main badminton, tapi memutar haluan ke tennis, entah kenapa. Kembali ia mengantarku pulang dan dalam perjalanan pulang saya sempat menciumi bibirnya sekali lagi dengan mesra. Bukan main gugupnya aku, darahku menjadi mendidih, panasku seakan naik 100 derajat, tanganku gemetaran dan keringatku menguap karena kepalaku jadi sepanas tungku api. Sedangkan aku, walah-walah, lebih baik aku mengurungkan niatku untuk mengenal dia yang mempunyai standar ‘gampang laku bila beredar di pasaran’.Akhirnya mimpiku hanyalah mimpi, tapi aku tidak habis pikir, betulkah pria tadi siang itu gay, andaikan betul,




















