Kami
pun bercanda dan ngobrol. Bokep terbaru Mumpung masih belum terlalu malem
nih”. Ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah kostku, dan
yang membuat aku lebih kaget adalah yang membukakan pintu itu seorang
cewek yang wajahnya juga mirip dengan dia, bentu tubuhnya juga
sama-sama bagus, yang membedakan hanya model rambutnya, cewek yang
membukakan pintu itu rambutnya hanya sebahu lebih dan tidak dikuncir,
aku pikir mereka ini pasti saudara kembar. Aku sendiri pun sudah mempunyai pacar sendiri. “Ooo, jadi kamu juga udah melihat si Susanna nih, wah nggak seru nih.., lu jadi nggak ketipu dong kalo aku kibulin..!. Deg, aku kaget sekali, pada
saat itu bagai disambar petir. Susanti
duduk di sebelahku dan kuraba payudaranya sambil beradu lidah
dengannya, sementara Susanna duduk berlutut di antara kedua kakiku
sambil mengemut dan menjilati adikku. Mereka lebih tua 1 tahun dariku dan 2 angkatan di
atasku. “Ini bentar lagi selesai kok tinggal di save aja nih”, jawab Susanti. Aku sebenarnya agak keberatan soalnya Susanti itu kan gadis yang aku
sukai, tapi kulihat Susanti mengangguk menandakan dia setuju, “Nggak
pa-pa kok Van, ini kan cuma permainan aja, boleh ya”.




















