Aku tidak tahu apa lagi yang dilakukan Roni yang jelas membuat aku menggelinjang-gelinjang. Bokep terbaru Tiba waktunya aku pun menunggu angkot berjanji jumpa di simpang Amplas. Hujan makin lebat, Roni menutup pintu gubuk, suasana makin dingin Roni menatapku dengan lembut. Sekali-sekali dirinya menggigil menahan dinginnya cuaca malam itu. Bahkan dia mengatakan “abang puas ya menanyai Ramah hanya untuk kesenangan abang, malunya untuk ramah, berarti abang ikut donk menghancurkan Ramah dan mempermalukan Ramah di muka umum”. Terlintas juga dalam benak penulis “gadis cantik seperti itu lagi ngapain di muka cafe ? Kutanya lagi berarti dia masih ada di ruang kamar ? Akupun tidak tinggal diam untuk melacak mangsa tulisanku luput sampai disitu. Akhirnya aku beranikan diri balik lagi kehotel tersebut. belum habis aku ngomong langsung penjaga itu potong Ramah bang ? dia mejawab dengan ramah ” ngga ada, cuman nongkrong doang.” Selanjutnya penulis mengenalkan diri pada gadis cantik tersebut mengaku namanya “Ramah”. Tubuhku yang putih mulus hanya di balut segi tiga dan BH. Kurang lebih lima belas menit dimuka café, penulis mengajak gadis itu kedalam café.




















