“Siapa? Hijab bokep Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Banyak karyawannya, masalah kerjaan semua tidak serahin ke general managernya. “Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Intan memiawik. “Siapa? Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah. Dadanya benar-benar besar. Mbak Intan tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. “Maaf wan, mbak butuh berpikir”, kata mbak Intan beranjak. Namun setiap kali aku bilang ke mbak Intan bahwa perasaanku serius. Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, tuturnya.“Eh.. ”, tanyanya.“Iyalah mbak, di kereta duduk selalu dari pagi”, jawabku.“Tapi mbak Intan masihlah cantik ya? Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Aku baru pertama kali melakukannya. Sangat banyak beberapa hal yang dapat saya kenali dari mbak Intan. “Aku tahu” Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya.Inilah first kiss kita. Tidak merasa telah satu semester lebih saya tinggal dirumah ini. “Aku tahu, namun perasaanku tidak pernah berbohong mbak, saya ingin jujur bila saya cinta ama mbak”, kataku sembari memeluknya dari belakang.Lama kami terdiam.

















