Sekarang hanya dibawa dengan cara dijingjing olehnya.Langsung saja aku memanggilnya, “Ka.., Ika.. Tetapi anehnya, empat anak yang terdiri dari 3 cowok dan 1 cewek itu masih mengobrol di luar kelas yang tempatnya tidak jauh dari WC, dan sepertinya terjadi kesepatan diantara mereka. Hijab bokep tunggu..!”Ika menjawab dengan nada lemas, “Ada apa Bie..?”Karena aku juga ingin iseng padanya, kulangsung bertanya, “Ka.., kayanya Kamu kecapean. Hebatkan Saya.”Setelah itu Utun pun mendesah seperti kesakitan, “Adu.. Habis ngebuat su.., sumur yah..?”Langsung dijawab dengan enteng oleh perwakilan mereka bertiga, yaitu Asep, “Iya Bie, enak tahu kalo ngegali sumur tersebut dengan rame–rame..!””Ohh gitu yah..?” jawabku dengan tersenyum karena tahu apa yang mereka perbuat tadi. Akhirnya aku dapat melihat mereka dari atas, karena kamar WC di sekolahku pada waktu itu tembok pembaginya tidak tertutup sampai dengan atas langit, sehingga aku dapat melihat mereka berempat. Iiihh.. Rasa penasaranku mulai bertambah, sehingga aku mendekati kamar WC yang mereka masuki. Kulihat mereka bertiga teman cowokku, Asep, Iwan, Utun sedikit lelah, seperti kehabisan nafas dan anehnya mereka berjalan seperti kehabisan tenaga.Karena aku suka iseng ke temen, aku langsung bertanya kepada mereka bertiga, “Hey Kalian kayanya pada lemes banget.




















