Sesekali kami Arif juga menjilati leher dan daun telingaku untuk membuat aku semakin liar. Bokep Hijab Sete;ah membeli Obat Arifpun kembali ke pantry karyawan. Akupun secara spontan melepas blazerku agar Arif nyaman ketika meremas buah dadaku. Arif sudah 2 bulan ini bekerja dikantorku, dia orangnya santun dan ringan tangan. Melihat dia yang ketakutan seperti itu akupun tidak tega,
“ Iya Nggak papa kog Rif, aku tadi Cuma kaget kog karena kena percikan air panas, ” ucapku memakluminya. Tidak salah jika aku selama ini mengidam –idamkan dia,hhe. Sebagai lulusan S2 management bisnis karirku sangatlah cemerlang. Aowww panas… Aduh duh duh…, ” ucapku kepanasan terkena percikan air panas. Aku diam dan duduk mengangkang diatas pangkuan Arif, lalu Arif mulai meyodok aku dengan menaik turunkan pantatnya. Setelah terlepas pengaitnya mulut Arifpun dengan cepatnya langsung menuju buah dadaku. Entah mengapa aku bisa simpatik sekali denganya, yah mungkin saja karena dia santun atau jangan-jangan aku jatuh cinta denganya,hha. Sebenarnya aku tahu kalau mereka selalu mencuri-curi pandang, namun aku biarkan saja toh juga nggak nyentuh ini. Entah kerasukan setan apa tiba-tiba saja aku khilaf dan langsung melumati bibir Arif. Sebut saja namanya Arif.




















