Sherry berteriak, ia nampak kesakitan, dan aku pun sangat menikmati ekspresi wajah Sherry saat itu. Bokep jilbab hormatin dong!!” bentakku“Nggak kok Kak, Sherry nggak begitu”“Nggak apaan? aah.. Ampun!!” Sherry memohon pada Tejo. Tejo, Lodi dan Seto mendekati tubuh Sherry yang tergeletak tak berdaya. Nanti lo dapat giliran lagi!!” bentakku pada Tejo.Saat kulihat Sherry dihadapanku, nafsu dan amarahku membara. Tangan lodi menjelajah kedua payudara Sherry yang tergantung.Tiga orang itu sekaligus menikmati tubuh Sherry, tak bisa kubayangkan perasaan Sherry saat ini. Sambil terus kupacu tubuh Sherry, Andre juga mulai memompa penisnya di lubang anusku. Tejo, Seto, Lodi dan Andre hanya bisa terpaku menatap aku dan Sherry, sementara Lea dan Manda terlihat puas melihat “siksaan”ku terhadap Sherry. Aku pun mulai menjalankan rencana ku.“Kak, sampai kapan Sherry mesti nunggu disini?”“Udah tunggu aja, sebentar lagi!!”Sherry mulai kelihatan cemas, ia mulai curiga terhadapku.“Sudah beres Non” Tejo si penjaga sekolah melapor padaku.“Oke” jawabku.Rencana ini sudah kusiapkan dengan matang, sampai aku membayar 4 penjaga sekolah untuk mau bekerja sama denganku, bukan hal yang berat bagiku, aku anak orang kaya.“Ya udah, ikut gue sekarang!!” perintahku untuk Sherry.Dengan ragu-ragu, Sherry mengikuti aku, Lea dan Manda.




















