Sejenak aku berhenti dan membiarkan Fenny menikmatinya. Bokep hijab indo Kupandangi keempat wanita Cina yang putih mulus, cantik montok dan bahenol itu dengan nafas yang menderu-deru. Yen yang berdiri di sebelah Mei mengenakan celana dalam dan BH berwarna hitam. Aku tersenyum bangga, bisa menikmati tubuh wanita secantik dan semontok Dewi.Ketika aku dengan hati puas menikmati ekspresi penuh kenikmatan wajah Dewi, di saat itulah ciuman bibir Fenny mendarat di belakangku, tepat di atas pantatku. Rok sedikit di bawah lutut dan blazer biru terang itu cukup memberi gambaran bentuk tubuhnya yang seksi. Kuulurkan tanganku. Seperti dengan Mei dan Yen dulu, kamar mandi itu berubah menjadi arena pemuasan nafsu birahi. Keduanya bereaksi menjawab gerak tanganku itu.Celana dalamku diperosotkan Fenny sehingga aku telanjang. Ketika nafsu birahiku semakin menggila dan tak tertahankan lagi, kupikir saatnya untuk menyetubuhi kedua wanita itu. Apalagi kalau menggumuli empat-empatnya bergiliran dalam satu pesta seks, pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Menariknya, pinggulnya cukup ramping untuk wanita dengan ukuran pantat sedemikian besarnya.Dan akhirnya, di jangkung Dewi dengan rambut di bawah pundak. “Jangankan bertiga, berlima juga mau”, sahut Yen.“Nggak usah khawatir Kho, keduanya orang-orang yang santai kok.




















