Saya sudah tidak tahan, “Apa yang harus kulakukan”, pikirku sambil meikmati saat indah itu. Aku teringat dengan topik “forced feminization” yang aku sering baca di internet, tapi itu juga termasuk ke dalam fantasiku, diperlakukan sebagai cewek. Bokep terbaru Aku pun sama-sama terengah-engah. Sambil deg-degan saya teruskan browsing gambar-gambar “cewek”, tak terasa hingga satu jam berlalu, Lucy yang duduk di sebelahku, memegang tanganku dan berkata, “ayo, kita pulang sekarang..”, aku pun berdiri mengikuti Lucy ke kasir, dan membayarnya.Keluar dari warnet itu ia langsung berkata, “Kita main di kamar kostku, mau nggak?”. Tak kusangka, dari balik tangannya dia mengeluarkan stocking berwarna hitam dan mulai memakaikannya di kakiku, “Ah, sungguh nikmat rasanya, pada saat stocking itu terpasang di kakiku”, ternyata impianku selama ini menjadi kenyatan, bertemu seorang cewek yang mengerti hobiku.Kemudian dia mulai memegang penisku yang sudah ereksi sejak tadi, sambil meremas dan mengoyangkannya dia berkata, “Punyamu lucu juga yach, kecil imut”, sambil terus mengocoknya. Kini aku tahu bahwa pil yang kuminum ternyata pil estrogen yang membuatku menjadi tidak cepat ereksi dan lebih feminim. Aku menurut saja dan hari itu aku kuliah bersama dengan dia sebagai Venny.




















