Syeni memungut BH dan blouse-nya yang tergeletak di lantai, terus mengenakan blousenya, bukan BH-nya dulu. Bokep jilbab paha itu lagi . Sepasang putingnya telah mengeras. Kekhawatiran saya itu Dok”“Udah diperiksa belum ..?”“Udah sih . Bahkan dengan nakalnya telapak tangnku mengusapi putingnya, keras ! Tapi kamu kan bisa menolaknya? Syeni puas”“Ah masa .. Ternyata BH-nya dimasukkan ke tas tangan.“Kok BH-nya engga dipakai ?”“Entar aja deh di rumah”“Entar curiga lho, suamimu”“Ah, dia pulangnya malem kok, tadi nelepon dari kantor”Dia mengancing blousenya satu-persatu, baru memungut roknya. Putingnya juga istimewa. Tak lama kami berpagutan, karena ..“Maass .. masa .. Ohh nikmatnya ..Sprei di pembaringan buat pasien itu jadi acak2an. itu bukan penyakit keturunan” kataku memotong, udah siap2 mau pulang.“Benar Dok”“Ibu merasakan keluhan apa ?”“Kalau saya ambil nafas panjang, terasa ada yang sakit di dada kanan”“Oh . Tampaklah kedua gumpalan daging kenyal putih yang seakan sesak tertutup BH hitam yang tadi aku urut dan remas-remas. Dalam kebimbangan ini tentu saja aku memelototi terus sepasang buah indah ciptaan Tuhan ini.“Kenapa Dok ?” Pertanyaan yang mengagetkan.“Ah .. Yang tidak biasa adalah Syeni masih membiarkan kaosnya tersingkap. hah ? Apa benar dia minta aku yang memeriksa .




















