gue keluar, Freed.. Bokep china Makanannya udah ready nih?” Si Fredy nyerocos begitu melihatku di pintu muka. Keesokkan paginya di rumah kami, aku terbangun mendapati Kiki yg tengah memeluku dari belakang. aahh.. Jangan deket-deket muka gue. “Ren, bini gue lagi ke Yogya, ada sodaranya yg meninggal. mulut lu bau. Tangannya mengelus-elus dadaku dan aku mengelus rambutnya, meresapi apa yg baru saja kami nikmati bersama. Remasan di dadanya mulai agak kasar. Sekitar pukul 9 aku dan Kiki sudah sampai di rumah Fredy dan Ayu di Permata Hijau. Kiki mungkin sedang membantu Mbak Wani, salah seorang pembantu RT kami memasak makan siang kami. And we’re sorry but we’re not sharing them with anybody.”
“Emang gila deh lu, Fred.” Kiki berkomentar sambil masih tertawa. gue bisa nggak tahan kalo lu gituin terus memeknya.. Sepatu hak tinggi hitam menghiasi sepasang kaki panjang mulusnya. “Ren, bini gue lagi ke Yogya, ada sodaranya yg meninggal. OK.” Kataku perlahan. “Goddamn, bini lu bodynya bikin gue geregetan aja.” Bisik Fredy. Ia kemudian berbalik menghadap kami, dan berjalan menghampiri Fredy.




















