Dia juga sibuk melihat majalah-majalahku. Aku mulai memberanikan diri menggenggam tangan Susanti dan dia juga tidak menunjukkan reaksi menolak, tanganku mulai usil meraba pahanya yang pada saat itu cuma memakai celana pendek. Bokep hijab indo “Wah kaya surga aja nih”, kata aku dalam hati. Aku pun mempersilakan mereka masuk ke kamarku yang juga ruang kerjaku. Susanti yang pada saat itu sedang mabuk kepayang oleh nafsunya mendesah sambil berkata, “Uhh, terus Van, terusiin, udah mau keluar nih.., Ahh.!”. Deg, aku kaget sekali, pada saat itu bagai disambar petir. Mereka pun sering ke kostku dan aku kenalkan kepada teman kost yang lain. Diam-diam sewaktu dia pulang aku ikuti dia dari belakang biar tahu di mana rumahnya. Tiba-tiba kudengar pintu kamarku dibuka dari luar, dan yang masuk adalah Andry, teman kostku yang juga teman sekamarku. Kami pun bercanda dan ngobrol. “Wah kaya surga aja nih”, kata aku dalam hati. Sejak saat itu kami pun mulai akrab, aku juga sudah mengenal kembarannya yang bernama Susanna yang lebih tua beberapa menit dari Susanti. “Wah boleh juga nih”, kata Susanna, “Aku juga udah lama nggak ngeliat lagi yang kayak gini, stel dong Van, boleh kan?”.




















