Ia suka diperlakukan dengan penuh gairah seperti ini.“Baju kamu nanti lecek, Yang!” sergah Surti melihat suaminya seperti kesetanan. Bokep mom Jadi aku harus merayu, begitu?” tanyanya sambil melebarkan kedua matanya yang indah itu.Bari menghindari tatapan istrinya, pura-pura tertarik menonton berita terakhir. Sejenak ia berpikir untuk membatalkan semua rencananya malam ini. Tak berapa lama kemudian mereka sudah tak sanggup lagi berkata-kata. Lelaki itu melongo.“E-e-e..” Surti berbisik sambil mengacungkan dan menggoyang-goyangkan telunjuknya.“Jangan beranjak dari tempat duduk..”Bari yang sudah siap bangun, kembali duduk, lalu tersenyum menikmati pemandangan di depannya. Ia sendiri tak kuasa lagi mencegah gerakan tangannya, yang seakan-akan secara otomatis naik turun sepanjang kanal senggamanya. Lelaki itu tertawa-tawa kegelian, dan senang karena bisa membuat istrinya terdesak dalam perdebatan. Walau tampak riang, jelas juga terlihat bahwa pria itu agak letih. Tegang sendiri memikirkan apa yang akan dilakukan istrinya.Surti menghilang ke dalam kamar cukup lama. Empat kali, terdengar suara Surti menggoda dari balik pintu, “Siapa itu?”.“Buka, dong, Yang..”, ujar Bari dengan gaya memelas.“Nanti dulu, saya pakai baju dulu..” kata Surti sambil menahan tawa.“Aku nyerah, Yang.., Please jangan pakai baju lagi..” kata Bari betul-betul penuh dengan permohonan yang tulus.Surti tertawa cekikikan mendengar ucapan suaminya.




















