Oughhh.. Bokep Hijab Ohhh.. Begini saja, Ibu kan rumahnya jauh, capek kan baru nyampek trus pulang lagi.. Saat di depan pintu samarsamar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahanlahan. Uuuhh.. Dia kelihatan gembira.Apa tidak merepotkan? Lalu setelah kuteguk kopi itu aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan kencing.Karena agak ngantuk aku kurang mengawasi apa yang terjadi, saat aku selesai kencing aku tidak sadar kalau di bathup Mbak Menik sedang telanjang dan berendam di dalamnya. Lalu kutarik dan kumasukkan lagi, lamalama kupompa semakin cepat. Dia tersentak kaget lalu menarik selimut dan menutupi tubuhnya. Samar samar kudengar dia menyebut namaku, Ouhhh Aldiii.. Tanpa buang waktu lagi kukangkangkan kedua kakinya sehingga liang kewanitaannya kelihatan terbuka.Kemudian kuarahkan batang kejantananku ke lubang senggamanya dan agak sempit rupanya atau mungkin karena diameter kemaluanku yang terlalu lebar. enaakkk Diik.. tanyaku. Sebenarnya saya pengin pulang tapi.. Dia kelihatan gembira.Apa tidak merepotkan? Andai saja aku bisa menikmati tubuh itu aku malah berpikiran ngeres karena memang sudah lama aku tidak mendapat jatah dari isteriku, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua. croottt.. Yaahhh Ohhh




















