Pemotretan dimulai di kolam renang tentunya, sambil ngetes kebenaran omongan Nadira. Bokep indo Hai, namaku Nadira. Kalau dijamin aku mau, yang penting yang miskin (maksudnya tanpa busana) tolong untuk Mas saja, jangan dimuat di media massa dan internet, jawab Nadira.Setelah sepakat, akhirnya aku janjian pemotretan dengan Nadira di salah satu hotel di bilangan jalan Pramuka, Jakarta Timur. Aku jadi nggak enak hati nich, dipuji cewek secantik kamu. Ini mungkin yang membuat model baru seperti Nadira, ikut hanyut akan kehadiranku. Seusai menyeka, Nadira mengocokngocok senjataku dengan nafsunya.Horee.. Nadira langsung mencopoti celana dan bajuku.Mas, kalau memang kepingin ngomong aja. Mas Boy kecil bangun.., sambut Nadira sambil menjilati ujung senjataku.Ohh.. Oh., Boleh!, jawabku kaget.Mas, mau dong di foto untuk media Mas!, serang Nadira. he.. Lho siapa yang nggak kenal fotografer sekaliber Mas Boy! Sedotan Nadira semakin mantap dan lahap, imajinasiku kian melayang. Dengan sabar Nadira menyeka seluruh daerah senjata pamungkasku. Tapi resikonya sangat berat, karena kamu mesti korban harga diri dan perasaan, kataku.Nggak apaapa Mas, yang penting Mas bisa mengorbitkanku menjadi model dan pemain sinetron terkenal, jawab Nadira sungguhsungguh.Oke, sekarang kita mulai sesi pemotretan untuk sampul mediaku dulu di kolam renang ini.




















