Kami tersenyum. Sebentar lagi, aku akan mencabutnya. Bokep terbaru Ibu berusaha agar gigibnya tidak mengenai kontolku. Pukul 17.00, kami baru tiba di rumah. Tapi di sana sudah adadua perahu lebih dulu. Kami mandi bedua bertelanjang. Selamatan dibuatkan kecil-kecilan. Aku terusmenjilatinya sampai akhirnya kedua kakinya melemas. Ayah terus menerus batuk dan mengeluarkan darah. Perlahan kupompa tubuh Suti dan menindihnya dari atas, sembari menicumi bibirnya dan lidah kami berpautan. Aku terkejut. “Tungu. Kami mengeluarkan jaring dari perahu dan menjemurnya, sembari memperbaikinya. AKu suaminya dan kamu isterinya?” kataku pula mengikuti ucapannya. Aku meinta agar mereka dinikahkan saja. “Tapi kalau tak ada yang mendengar ya?” kataku. Adikku melakukannya. “Untuk apa?” katanya. Perahu melayu agak kencang, karean angin yang hidup menolak kami ke darat. Saat kami makan dengan lahapnya, ibu tersenyum dari sebuah sudut saat mata kami bertatapan. Dengan ibu sendiri,” kataku pula setengah membentak. “Aku sudah sampai mas,” katanya. Kuremas dan kubelai-belai. Sampai akhirnya kami berpelukan dan aku melepaskan sepermaku beberapa kali ke pintu lubang memek Sutinah.






