Biar aku tua dan muka kayak badak, siapa yang gak mau duit?. Bokep rusia Tangannya merangkul belakang kepala saya dan mengucek rambut dengan jarinya, dia menarikku ke bola melonnya yang besar. Viagra apa Ciallis?”
“Dulcolax,” aku berbohong. “masyaallaah, maafin Om …”
“Polisi nangkep Toni, karena selain bikin bising mereka temukan putau, ganja, ama senjata curian punya Toni. Enak sekali rasanya, kuingin itu berlangsung terus …
“Tunggu sebentar,” kataku, saat aku berdiri. Kuberalih kembali ke susu kiri, dan menghisapnya. Buka pintu penumpang, aku akan datang.”
Aku lakukan, dengan cemas menunggu. “Yanti om,” katanya. “Yanti om,” katanya. Aku menarik selimut keluar dari lemari, dan memasangnya. “Dia benar,” kupikir, “Ini semua salahku.”
Aku menggapai dan meraih tas kecil buat menyimpan kertas-2, kukeluarkan dari tempat rahasia. Ini lebih panas dari panggangan sate, dan kehangatan dan gairahnya membuatku makin liar. “Paling cuma setengahnya dari kepinginnya dia ketemu aku!”
Aku tertawa terbahak-bahak. “datang kembali dong,” pikirku pada diri sendiri. “Jemput besok ditempat ngedrop,” kata sms itu. “Jangan di pantat ya, om?




















