Akhirnya seluruh berat badanku kuhempaskan ke tubuh mungil itu. “Nih kamu pakai kimono satunya”, kata istriku sambil memberikan baju inventaris hotel. Bokep terbaru Ia merintih kenikmatan, ia pasrah saja dengan keadaan yang terjadi, karena itu aku yakin bahwa rintihan itu bukan rintihan kesakitan, kalaupun ada, maka akan kalah dengan kenikmatan yang diperolehnya. Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar. Kini aku lebih leluasa memeluk dan mencumbunya, kuciumi pipi dan lehernya, sedang tanganku terus menggerayang dari pundak sampai lekukan pantatnya. Kuraih kamera yang masih di tangan kanannya kemudian kuberikan kepada istriku. Sedangkan aku belum apa-apa. Sedangkan aku belum apa-apa. Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang. Sedangkan aku belum apa-apa. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya. Sebagai laki-laki, aku sangat paham dari bahasa tubuhnya bahwa dia tidak menolak. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun.




















