Aku: Nggak apa-apa ya mas Fajar, kasihan kan kalau tegang nggak dikeluarin
Fajar: *masih terbengong-bengong*, eh.. Aku: Teman kantornya ya mas? Bokep jepang ntar Fajar liat dong? Mas Edi: Oh gitu, yah boleh aja sih asal bayarannya cocok aja, ya nggak jar? Mas Edi: Ah ya seikhlasnya aja, kan udah gede. Rasanya sangat nikmat sekali, dan aku lihat mas Edi memperhatikan melalui kaca spion dengan wajah yang semangat sekali melihatku. Ini bukanlah cerita khayalan ataupun imajinasi belaka, tapi ini merupakan kisah nyata pengalaman saya dan suami. Mas Edi: Ah ya seikhlasnya aja, kan udah gede. ntar Fajar liat dong? Mas Edi: Saya Edi, ini teman saya Fajar. Sampai besok paginya toketku masih perih karena digigit-gigit Fajar…,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Mas Edi: Ah ya seikhlasnya aja, kan udah gede. Lalu Fajar turun di lampu merah dan kita melanjutkan perjalanan sambil tertawa-tawa. Tapi sepertinya aku lihat dia tidak bisa menggunakannya, karena beberapa kali dimasukkan tapi tidak berhasil. Sampai besok paginya toketku masih perih karena digigit-gigit Fajar…,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,




















