“Ya, Kak…, Guru-guru rapat”
Kak Tina keluar dari kamar. Malah tangannya mulai
menyentuh kejantananku, memegang batangnya. Bokep Hijab Untung sisanya telah mengering. Dan
akhirnya Kak Tina pun menikah, lalu berhenti kerja. Namun pengalamanku hari itu dengan Kak
Tina membuat aku tambah penasaran mengenai seks. Masalahnya aku pernah merasa
bagian bawah tubuhnya berdenyut-denyut saat kutimpa, dan tangannya
merangkulku, dan detak jantungnya keras dan cepat. Rupanya, kalau Pak Rochim bekerja dan
Bu Rochim ada acara Dharma Wanita, si Otong itu selalu datang. “Siapa itu?”, Tak lama kemudian terdengar suaranya. Kabar yang
dibawanya dari dokter membuat seisi rumah tersentak. Aku
pun menurut. Saat mataku melihat lemari Kak Tina yang terbuka (biasanya
selalu dikunci), aku tergerak untuk mencari novel yang
disembunyikannya. Aku segera
pulang. Bolak-balik
saja aku di samping Kak Tina. Jantungku berdebar kencang. Kak Tina hamil dua
bulan. Sensasi yang kurasakan bertambah dengan rasa takut ketahuan. Membaca halaman
itu. Reflek kuelus sendiri kemaluanku. “Barusan ya?”. Saat
kudengar langkah Kak Tina, segera kuletakkan di tempatnya. Bolak-balik
saja aku di samping Kak Tina. Aku coba mengusapnya, seiring dengan
usapannya di pahaku. Aku dan Kak Tina berpelukan telanjang bulat di atas ranjang kami. Terkadang mengelusnya,
terkadang mengusap sampai ke pangkal pahaku. Kak Tina tidak ada di rumah. Pahanya, yang walaupun sedikit gelap namun mulus itu
terpampang





