Awalnya begini, waktu itu sekitar bulan Februari, saya ingin mengunjungi teman lama saya di Puncak dengan kendaraan umum, saya sampai di kota yang menurut saya banyak menyimpan kenangan di masa lalu, sebab saya pernah merasakan kesegaran udara kota ini beberapa tahun yang lalu.Oh ya, saya sekarang berumur 33 tahun, umur yang hampir matang dan saya pernah mengenyam pendidikan di kota ini selama hampir 6 tahun.Sampai di Puncak saya bingung ingin kemana dulu sebab setelah sampai, ada rasa rindu di dada untuk mengetahui lebih lama tentang perubahan kota ini.Setelah berkeliling saya merasa bosan, akhirnya saya mampir ke pusat jajan di Mall Pasar Puncak. Pikiran saya menerawang jauh ke masa lalu, sambil berjalan saya mengamati banyak orang lalu lalang di sekitar mal tersebut.Dalam hati mudah-mudahan ketemu teman, jadi kan enak bisa ada yang temani. Bokep china ahh.. ah.. dimaanaa..” dengan tersenyum dan mata yang telah hilang hitamnya didekapnya saya sangat erat sambil berucap,“Te.. memberikan semangat lahir dan batin,” sambil mengecup kening saya. Diusapnya dengan belaian halus sambil sesekali dipijit, “Aahh.. ahh terus yang kencang sedotnya.. ahh.. Sepuluh menit berlalu kami saling cengkram, saling gigit, saling goyang, dan seterusnya akhirnya saya berinisiatif untuk




















