Tiga bulan kemudian, Kiani meminta dibebastugaskan. Bokep jepang Seberkas sinar terang menerangi panggung, menunjukkan sesosok tubuh perempuan di tengah-tengahnya. Ketika kembali ke tengah panggung, dia memutar-mutar pentungan di tangannya. TRAK! Namun Aiptu Kiani tak begitu mempedulikan itu; dia fokus dengan pekerjaannya untuk menegakkan keadilan. Kenceng jepitannya, gue ampe ga bisa gerak!”Sesudah ngomong begitu, si Gondrong langsung menyodomi Kiani dengan penuh semangat, dengan cepat memaju-mundurkan pinggangnya menggempur pintu belakang si polwan tanpa ampun. Dia ingin jari-jari si Jaket Hitam, dan bukan hanya itu, memasuki vaginanya, menerobos kewanitaannya, membawanya ke puncak gairah…“Kamu pengen?” bisik si Jaket Hitam ke telinga Kiani, disusul jilatan sepanjang cuping telinga Kiani dari bawah ke atas.“IYA!!” jeritan Kiani pecah, tidak lagi peduli apa akibatnya. Si Jaket Hitam mendesakkan lagi pentungan polisi itu ke dalam kemaluan Kiani, lalu melepas pegangannya. Mereka tidak menemukan saklar lampu.“Kita masuk, selidiki…” kata Aiptu Kiani. Buka!” Penonton ingin lebih. Dia menjerit dan berusaha menggerakkan pantatnya agar menjauh dari calon penerobos itu, tapi dua orang lagi yang mengerumuninya, satunya brewokan sementara satunya lagi berambut cepak dengan codet besar di dahi, menahan tubuhnya sehingga dia tak bisa lolos. Rupanya satu lagi perlengkapan Kiani, pentungan karet.










