Aku hanya terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu.Aku masih shock memikirkan aku harus rela memberikan seluruh tubuhku kepada lelaki yang belum kukenal selama ini. Hijab bokep Bondan rupanya menikmati tontonan ini, dia memandangi kecantikan wajahku yang kini sedang terengah-engah bertarung melawan rangsangan, nafsunya mulai memanas, tangannya mulai meraba tubuhku tanpa bisa kuhalangi lagi.Remasan-remasan tangannya di payudaraku membuatku tidak tahan lagi, sampai tak sadar aku melorotkan sendiri pakaian yang kukenakan. Bahkan sampai larut malam. Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Bambang berusaha menghindari.“Kita jalankan saja peran masing-masing. Menurut saya, sayang sekali bunga yang indah hanya dipajang di rumah saja” ucap Bondan. Sikap diamku ini diartikan lain oleh Mas Bambang. Kalau tidak pasti aku sudah muntah mendengar kata-katanya itu.Begitu melihat Bondan, Mas Bambang tampak lemas. Mungkin setelah ini ia akan kapok berjudi lagi pikirku. Mas Bambang kemudian membalas, dengan meremas-remas kedua payudaraku yang cukup menantang, 36B.Aku mulai merasakan denyut-denyut kenikmatan mulai bergerak dari puting payudaraku dan mulai menjalar keseluruh bagian tubuhku lainnya, terutama ke vaginaku. Jumlahnya sekitar sepuluh juta rupiah. Kedatangan Bondan inilah yang memicu perubahan dalam rumah tanggaku.Bondan datang untuk menagih utang- utang suamiku kepadanya.




















