Dia membuka pintu dan melihat diriku mematung sambil menangis di sana. Bokep mom Erik bergeser ke sampingku. Jantungku terasa berhenti mengingat kejadian itu. “Aku rasa, kamu sudah siap untuk permainan selanjutnya..”
Erik tertawa kecil, sedikit kemarahan masih tersisa pada dirinya. Dan aku segera membenamkan diriku ke dalam pelukan Erik.“Terima kasih..Erik.” Hanya sisa-sisa gaunku-lah yang masih menyembunyikan bagian-bagian tubuhku sedikit. Aku pun merasa ketakutan. Dia memperhatikanku sejenak dan senyuman misterius itu hadir lagi.Dia pun membungkukkan tubuhnya,
“Hey, tukang ngintip cilik. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Aku takut dibenci. Dengan posisi membungkuk, dia mengamati wajahku dengan teliti. Rasa takut dan kesepian menyerang hati dan pikiranku. Kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan ketika aku berusia 11 tahun. Aku terlalu malu untuk memandang wajahnya. Erik masih menindihku dan mulai menciumi punggungku. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. “Erriik!! Aku hanya bisa terdiam terpaku. “Emm..” aku tidak berani bilang kalau aku merasa sakit. Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial.




















