“Buuk…ibuuuk..”Lanjut bocah itu. “Cabut den..cabut…jangan didalem..”Serunya panik. Bokep jepang Aku menduduki perutnya sambil kedua tanganku bergerak melepas bajuku. Mbak Juminten mungkin telah lama pulang. “Wahh keren tu den..tapi butuh modal, bunda mertua saya pinter masak..”Jawabnya semangat. Matanya berkaca2 menatap langit2 ruangan, perasaanya tentu tertekan. “Gak papa den..gak papa..”Jawabnya, tangisnya kembali pecah sedetik kemudian, bahunya terguncang-guncang, aku hanya dapat terdiam. Jam 9 pagi, wanita itu telah datang semacam biasanya. Mbak Juminten tetap meperbuat pekerjaanya dengan baik. Tentu kelak ada jalannya, sabar aja, setan itu kembali membisiki. “Hmm…bingung saya mbak..”Jawabku, kepalaku tetap terasa pusing hasil minum-minum semalam, aku menekan segi kiri kepalaku. Tidak butuh lagi mengatakan2, segera tuntaskan apa yg ada dalam hati. Wanita ini makin ketakutan melihatku. “Mbak yakin mau ngelakuin ini”?tanyaku. Aku paham dirinya tengah dilanda kebingungan, di satu segi dirinya segan menepis godaanku, di segi lain dirinya tidak ingin terjerembab dalam perzinahan bersamaku lagi. Hari ini selain bibir serta kurang lebih wajahnya, ciumanku mendarat di leher serta belakang telinganya. Sekejap saja kami telah berdiri, saling bertatapan dalam kebingungan.




















