kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. Bokep terbaru Tak lama kemudian kami mengakhiri pembicaraan itu, setelah sebelumnya Linda menegurku, dengan suara bernada keras. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam mimpi.Aku terbangun karena hawa udara yang terasa panas. “Hei, Roy.. Sejenak kuperhatikan bayanganku yang terpantul jelas pada cermin lebar yang terletak persis di hadapanku. Aku mencoba untuk mengingat-ingat kembali. “Ahh..!” Gerakannya benar-benar halus dan matang. Kulihat air itu menjadi bergulung-gulung membentuk pusaran lalu menghilang ke dasarnya mengeluarkan bunyi yang berdesis. kamu baru bangun yah!” Suara perempuan itu terdengar manja. Wanita itu memang betul-betul liar, pikirku. Aku lalu memesan segelas bir dan mulai larut menikmati suasana santai yang temaram saat itu. “Hei, Roy.. Aku berdiri di depan kloset, melepaskan urine yang sudah tak dapat kutahan. Kulihat sebelahku telah kosong. Daya sedotnya begitu sempurna dan memiliki irama yang teratur dan konstan. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. kring..!” Suara telepon itu kembali mengejutkanku. Aku hanya dapat memegangi kepala wanita tua itu, membenamkannya dalam-dalam ke bawah perutku.Saat-saat kritis itu semakin dekat.










