Membenamkan wajahku di vaginanya. Mbak Tia mengangguk. Bokep rusia mbak Lia kurang lebih baru 2 minggu bekerja sebagai atasanku sebagai Accounting Manager. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Di depan mataku kini terpampang keindahan pahanya. Aku mengulurkan tangan untuk meraba celah basah di antara pahanya. Sebagai atasan, sebelumnya kupanggil “Bu”, walau usiaku sendiri 10 tahun di atasnya. Ketika melepaskan gigitanku, kudengar tawa tertahan, lalu ujung jari-jari tangan Mbak Lia mengangkat daguku. Menawan. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalam dan semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yang bergerak liar di dinding kewanitaannya. Betis yang indah dan bersih. Aku menarik nafas untuk menghirup aroma yang sangat menyegarkan. Sangat kontras dengan pahanya yang berwarna gading.Aku merinding. Kecupan-kecupanku semakin lama semakin tinggi. Dan di situlah hidungku mendarat. “Jilat cairan yang tersisa sampai bersih”
“Hm..” jawabku sambil mulai menjilati vaginanya.




















