Aku tiba-tiba merasakan orgasme yang luar biasa.“Ohhhh…” teriakku. Bokep rusia kalau benar-benar seneng, sini kamu rasakan gerakannya,” kataku manja sambil mengelus perutku.“Boleh, Bu, aku pegang?” tanyanya khawatir.“Ya, sini, kamu rasakan aja. Dia diam seolah-olah mencoba mendengar apa yang ada di dalam rahimku. Sambil menatap mataku, dia bertanya,“Benarkah?”Aku mengangguk pelan sambil menangis,“Aku hamil, mas…”Jelas suamiku juga kaget. Kami segera terlibat pembicaraan serius sambil sekali-kali mendengarkan ceramah kalau pas ada cerita-cerita lucu. Tangan Eki terdiam di atas perutku.“Ndun, gimana perasaanmu lihat ibu-ibu yang lagi bengkak-bengkak kayak aku?” tanyaku memecah kesunyian.“Saya suka sekali, Bu..” jawabnya.“Kenapa?”“Ibu jadi makin cantik.” jawabnya dengan muka memerah.“Ihh.. Oh, Tuhan. Dia mendukung kehamilanku saja sudah sangat membahagiakanku. Bagai kesetanan, Eki menggenjotku seperti yang kuperintahkan. Seolah tak pernah puas dengan bercinta setiap malam. Kami berpelukan dengan mesra di tengah ranjang.“Biasa aja, Bu.”“Kamu gak kelelahan atau ngantuk di sekolah?”“Iya, Bu, sedikit. Tiba-tiba kami tersentak ketika kami mendengar suara berisik di jendela.Segera suami mencabut batangnya dan membuka jendela. Suamiku membalas pelukanku.“Ada apa sayang?” tanyanya. Aku lalu menjawab telepon suamiku lagi,“Ayo, mas, buka celananya..” Aku mengambil cd milikku yang ada di samping ranjang lalu kujejalkan ke mulut Eki.Eki tahu maksudku agar dia tidak




















