Serentak dengan itu saya mengulum kelentit. Bokep mom Kami melakukannya tidak hanya ketika istri saya serang keluar kota. “Hh..” Tangannya mencengkeram tangan saya. Bagi saya itu lebih dari cukup. Saya cium bibirnya dengan tangan saya tetap meremas-remas payudara besarnya. Bodoh.Serangan terhadap Sri saya lakukan pada suatu malam ketika istri saya keluar kota. Lebih bebas. Ibu mertua saya bahkan marah-marah pada istri saya dan meminta saya mengganti pembantu. Mungkin mereka tidak cocok dengan istri saya yang cenderung tak banyak omong sehingga terkesan galak. Tetapi juga siang hari saat istri kerja dan aku pulang diam-diam. Kecantikannya, kebersihan kulitnya, teteknya, keramahannya. Secepat kilat saya bergeser tempat. “Sudah kamu tiduran di situ dulu nanti kalau sudah waktunya aku bangunin terus kamu bawa Nisa ke kamarmu,” kata saya.Perangkap saya pasang. Saya memang tidak menginginkan memek Sri. Suaranya sangat keras. Seluruh mani saya telah keluar. Tampaknya dia tahu apa yang berkecamuk dalam benak saya.Saya memanggil namanya pelan. Mamanya akan menangkap, tetapi keburu didahului seorang gadis. Bahkan para tetangga kami tadinya tidak percaya kalau itu pembantu saya. Dik Nisa, besok bilangin ke mama, Papa nakal ya?” Sri berbicara pelan kepada Nisa.Saya tersenyum dan kembali memeluknya.




















