Jari tengah saya bisa menyentuh mulut rahimnya yang juga merupakan titik sensitifnya. Saya sangat menyesal. Bokep terbaru Tiba di pinggir kasur, dengan posisi berdiri dia memeluk leher saya dan mencium saya dengan buas. Tatapan mata saya tertuju ke daerah kemaluannya yang berwarna kemerah-merahan dan penuh di tumbuhi ilalang hitam keriting. Tongkat saya mulai mengeras dan membesar.Akhirnya malam itu kita bercinta dua kali lagi. Bajingan!!!“Kamu manusia hina, Vi!” Itulah kalimat terakhir yang saya ucapkan setelah itu saya kembali ke ruangan karoake yang gelap. Rupanya dia mencapai puncak kenikmatannya. Sambungan dari bagian 1Perlahan, Vivi berjalan menuju kasur. Tangan saya bergerak ke arah bra hitamnya dan dengan cekatan melepas kancing branya yang berada di depan. Sosok yang akan saya kenalkan pada papa saya bulan depan.Ketika melihat saya, terlihat mata Vivi membesar dan kemudian dia berlari keluar. Saya hanya melihat sisi kotornya tidak tidak melihat sisi indahnya. Rekan kerja saya? Saya melihat dia menuruni tangga menuju toilet cewek.




















