Tahu apa yang harus dilakukan, Sherin meraih batang itu dan menjilatinya.“Uuuhh…enak…enak…seret banget !” ceracau Pak Irfan sambil menggenjot Sherin.Pria itu memaju-mundurkan pinggulnya sambil tangannya memegangi pergelangan kaki gadis itu. “Udah dong Pak, saya bilang jangan sekarang, kenapa sih !?” kata Sherin setengah menghardik. Bokep indo Perlahan si sakit membuka matannya dan dia mengembangkan senyum melihat siapa yang di sebelahnya.“He…he…Bapak tau Bapak gak bakal hidup lebih lama lagi, tapi Bapak puas…soalnya udah ngerasain kehangatan dari Non” katanya terputus-putus.Sherin tetap diam tak bersuara apapun sejak tadi, lalu dia menundukkan badan dan mendekatkan wajahnya ke wajah keriput pria itu. Langit di luar sudah menguning, jam telah menunjukkan pukul 5.40. “Udah ya Non, kita pulang dulu, makasih banget THRnya, lain kali lagi yah hehehe…!” pamitnya sambil meremas payudara Sherin. Pak Irfan menumpahkan spermanya di perut dan dadanya, sedangkan Pak Udin di mulut. Tak lama kemudian Pak Irfan mulai menggoyangkan pinggulnya memompa gadis itu. Ia baru bekerja di rumah mewah itu sebulan yang lalu menggantikan tukang kebun sebelumnya, Pak Maman yang mengundurkan diri setelah istrinya di kampung meninggal. “Tapi jangan kasar-kasar Pak” kata gadis itu. “Iya toh…enak tenan bener sepongan Non…emmm…hati-hati Non, jangan kena gigi




















