Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Bokep terbaru Tiba-tiba pintu kamar yang lupa kami Kunci pun terbuka. Bilapun setiap saat kami bertemu pandang, Evi langsung cepat-cepat menghidari pandangan mataku.Maafkan aku Evi…aku begitu menikmati hari-hari sepiku bersama Tia, juga bersama kamu. Hingga suatu hari, aku dekat dengan seseorang bernama Evi. Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. Di sana aku hidup sebagai anak kost. Malam semakin larut, kamipun sudah kelelahan dan akhirnya malam itu ditutup dengan mencari tempat tidur masing-masing. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. Rambutnya yang panjang dibiarkan terurai menyapu wajahnya yang lembut.Libur 2 hari serasa hanya 1 menit kami rasakan.Belum puas rasanya menikmati hari liburku yang bisa aku lewatkan bersama 2 gadis cantik..betapa konyolnya aku!!!Saat pulang ke Cirebon, aku duduk dibangku paling bekalang bersama Tia, Evi dan Nana. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Akhirnya Evi menghampiriku sambil membawakan secangkir kopi hangat. Oooooggghhh…Evi…begitu lincah gerakkan bibir dan kedua tangannya mempermainkan payudaraku.




















