Tetapi aku masihbetah di atas mobil ini. Bokep mom katanya.Halo..? Toh masih ada hariesok.Aku bergegas naik angkot yang melintas. Jari tangan mulai dingin. Tetapi berlari. Junior berdenyutdenyut. Ia tidak melanjutkan kalimatnya.Aku tersenyum. katanya menggoda, menunjukJuniorku.Darahku mendesir. Penumpang lima lalu supir, jadi enam kali tujuh,42 hore aku turun. Ketika Si Junior melemah ia seperti tahubagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagianpangkal paha. Turun tidak, turun tidak, aku hitung kancing.Dari atas: Turun. Mobil melaju. Lalu dikocokkocok sebentar.Aku memegang teteknya. Kantorku tidak lama lagi kelihatan di kelokandepan, kurang lebih 100 meter lagi. Juniorku tegang seperti mainananakanak yang dituip melembung. Lalu pindah ke pangkal paha. Suara pletakpletok mendekat.Ayo tengkurap..! Ah.., wanita yanglehernya berkeringat itu begitu besar mengubahkeberanianku.Buka bajunya, celananya juga, ujar wanita tadi manjamenggoda, Nih pake celana ini..!Aku disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi.Bahannya tipis, tapi baunya harum. Bodoh amat. Sesekali tangannya nakal menelusup ke bagiantepi celana dalam. Juniorku tegang seperti mainananakanak yang dituip melembung. Makin lama suarasepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletakpelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara ituhilang.Aku hanya mendengus. Sebantar lagi MbakMona yang punya salon ini datang, biasanya jam seginidia datang.Aku langsung beresberes dan pulang.




















