Tak cacah dagingmu, tak jadikan rawon! Bokep terbaru aduuhh..” tetapi aku tidak perduli lagi. tenang sajalah kau..” katanya dengan logat batak yang kental. Dan tanpa bertanya lagi, dia memegang kontolku dan memasukkan ke mulutnya. Karena masih berhubungan keluarga, ia sering juga datang dan menginap di rumahku ketika dia lagi “buka praktek” di kotaku. Tubuhnya yang tinggi besar dan berkumis melintang (dia memang keturunan warok Ponorogo) tampak sangat menyeramkan.Aku berteriak keheranan: “mas.. Aku mendekati dia: “bagian mana yang diciumi si Kasno dalam mimpimu itu, Nduk?” tanyaku. Karena rumahnya sederetan dengan rumah Suminem, tiap hari dia bisa melihat Pak Kasno memandangnya seperti tidak berkedip. Daripada nanti kalau lepas bisa kalap aku. katanya mbak-mbak saya seperti itu”. Ke ini, tempat pipis saya. Semakin asyik saja nih, pikirku. Aku diam sejenak, menunggu lonjakannya hilang.Akhirnya dia diam, hanya napasnya masih tersengal-sengal. Agak sakit mungkin Nduk, nggak apa-apa ya?” kataku penuh rasa sayang dan kasihan. Aku berguling ke samping, kulihat Suminem tetap telentang dengan mata tertutup.




















