Aku, Robby dan Doni turun ke sungai, lalu mandi di situ. Rencananya kami akan merayakan pergantian tahun baru di sana. Bokep mom Dia menghampiri Wulan. Setelah Doni puas, ternyata Robby bangkit kembali nafsunya. Singkat kata, sampailah kami pada sungai yang dituju. Tidak banyak keceriaan kala itu. Untuk beberapa menit lamanya Wulan meronta, sampai akhirnya dia diam pasrah. Aku tidak tahu apa yang sedang Wulan rasakan. Mungkin dia sudah sangat putus asa, shock, atau mungkin juga menikmati perlakuan kasar kami.Tiba-tiba aku mendengar Robby menjerit tertahan. Tapi kali ini dia malah membalikkan tubuh Wulan hingga tengkurap. Aku, Robby, dan Doni memilih mencari kayu bakar, sedangkan Fadli, Lia dan Wulan tetap tinggal di tenda. Di matanya aku melihat beban penderitaan yang amat berat, tapi sekaligus aku juga melihat sisa-sisa ketegarannya menghadapi perlakuan ini.Setelah Doni puas, Robby dan Doni menyuruhku menikmati tubuh Wulan. Rencananya kami akan merayakan pergantian tahun baru di sana. Tapi di balik semua itu, kami semua mengakui bahwa Wulan sangat cantik, bahkan lebih cantik dari Lia.Tidak berapa lama, sampailah kami pada tempat yang dituju, lalu kami mulai mengumpulkan ranting-ranting kering.




















