pikir Sasha. Bokep jilbab Sebuah celana dalam putih masih terpasang melindungi daerah selangkangan Sasha.Pak Anton berdecak kagum melihat bayangan pantat Sasha yang bulat dan padat dibalik celana dalam putih itu. Kamu diapa-apain nggak?” tanya Sherly seraya melirik ruangan Pak Anton.“Diajakin makan bareng lagii…” jawab Sasha sedikit kesal.“Heeh?! Supaya didengar Pak Halim!” ejek Pak Anton lewat bisikan di telinga Sasha sambil mempercepat gerakan jarinya sehingga Sasha makin kewalahan menahan suaranya.“Hhrmphh… mmmphh!! Sasha berhenti sejenak melepas pakaiannya, wajahnya tampak memerah karena malu dan keraguan terpancar jelas dari raut wajahnya.“Lho? Dia yang membuatmu mendapat masalah seperti ini, bukan?!” tambahnya. Sasha, idola para lelaki di kantor akan segera menikah dengannya.“Erhm! Saya bisa menjamin kerahasiaan pernikahan kita!” bujuk Pak Anton.“Sasha, ingat kalau masalah ini adalah akibat ulah Aldy! Sasha takjub saat melihat ukuran kemaluan Pak Anton yang sudah mengacung keras. Tapi tentu saja ada syaratnya!”Mendengar pernyataan Pak Anton, sejenak rasa gelisah di hati Sasha terlepas. Pak Anton merasa amat beruntung karena akan segera mendapatkan “istri” secantik Sasha. Tentu saja, Pak Leo terpaksa berangkat karena perintah Pak Anton yang merupakan atasan tertinggi di kantor itu, ditambah dengan sedikit “paksaan” berkaitan dengan penggelapan pajak itu.




















