Kulihat mata Vita mengeluarkan air mata dan meringis kesakitan.Setelah hampir 5menit akhirnya kontolku masuk seluruhnya ke dalam memek Vita. Meskipun umurnya tak lagi muda.“Oya Fajar aku mau pergi sebentar, kamu tolong jaga dan awasi toko ini ya..”“Tapi nyonya saya kan baru saja mulai bekerja”“Taka pa, nanti biar kamu ditemani putriku”“Baiklah nyonya” jawabku tersenyum.Kemudian nyonya Vena pun memanggil putrinya“Vita…” teriak nyonya Vena. Bokep jilbab Tiba-tiba Vita mengnhentikan permainan ini, dan berkata.“Fajar, kamu tutup pintunya dulu aja, malu nanti kalau dilihat orang”Akupun segera bergegas menuju pintu depan, segera kukunci pintunya dan kuganti tanda di pintu menjadi “CLOSE”Kembali aku berjalan menghampiri Vita, tapi lalu Vita mengajakku untuk ke kamarnya yang ada di lantai 2. Juur saja aku baru kali ini ngobrol lama dengan seorang gadis, keringatku tak henti-hentinya keluar bercucuran pertanda gugup.“Kamu kepanasan ya?” tanya Vita.“Gak kog” jawabku gugup.“Tapi kamu kog keringatan”“Hehehe…”Tak berapa lama masuk lagi seorang pelanggan dan aku kembali melayaninya sampai selesai. Aku rasa aku langsung jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.“Vita, mama mau keluar sebentar kamu jaga toko sama Fajar ya, dia karfyawan baru kita” pesan nyonya pada Vita.Setelah nyonya Vena pergi, kuberanikan diri untuk menyapanya“Salam kenal mbak” sapaku sambil




















