Sedangkan posisiku sendiri sangat tidak menguntungkan untuk membalas ciuman Ica, karena posisi tanganku menopang tubuhku.“Mmm… Mas… Aku suka kamu,” kata Ica sambil melanjutkan ciuman mautnya.Aku tidak bisa menjawab sepatah kata apapun karena memang serang bibir tipis Ica menggelontor bibirku bertubi-tubi. Setan bertanduk, meniup pikiranku sepanjang Ica menuju mobilku.“Hey Mas Dandy, gimana khabarnya?” tanya Ica.“Baek Ica” jawabku singkat.“Sudah lama ya Mas Dandy tunggunya,” ia membuka percakapan.“Belum kok Ica” jawabku singkat.Tanpa panjang lebar, aku langsung menuju hotel yang sehari sebelumnya aku sudah booking. Bokep mom Ringtone dengan lagu dilema cellulerku berbunyi dan saat aku liat layarnya ternyata 081252xxx (nomor Ica).“Mas Dandy besok aku berangkat sepulang kuliah, bisa jemput nggak?” tanya Ica.“Ooke bisa, jam berapa?” balas aku bertanya.“Mmungkin dari Surabaya jam 18.00” jawab Ica.“Lho emang kamu mau langsung balik?” selidik aku.“Tidaklah Mas, aku kan ingin ditemanin Mas Dandy semalaman” jelasnya.Alamak si Ica ini, bikin aku berpikir yang nggak-nggak.“Oo gitu, oke sapa takut” tantang ku.“Oke deh Mas, sampai besok” seiring kata itu hpnya langsung dimatikan.Setelah telphone off, aku langsung hubungi salah satu hotel di Surabaya yang menjadi tempat favorite aku dan kebeetulan aku salah satu members di hotel tersebut.




















