Paling-paling dicuekin. “Om… apa Om keberatan sama ciumanku tadi?”“…”“Aku… mau minta bantuan Om yah?”Suara kecil di otakku yang dari tadi memperingatkan sudah tenggelam ditelan aliran darah yang menggelora ke seluruh tubuh dan kemaluan…“Kamu… perlu apa, Bel?”“Aku mau foto sama Om. Bokep india Sesudah aku dan Jordy memotret beberapa puluh kali, kami berhenti sebentar dan memeriksa foto-foto yang kami ambil. Jordy sudah menyiapkan semuanya, jadi Belinda tinggal berpose dan aku serta Jordy tinggal memotret. Awalnya aku nolak, tapi terus Om Jordy maksa dan ngancem. Di cara bicara Belinda, terselip logat yang menunjukkan daerah asalnya. Belinda memakai kimono putih berbahan handuk. “Dipikir-pikir, buat apa juga. Ternyata…“Tapi nggak pernah ada kontak lagi dari Om… Mungkin perasaanku emang cuma sebelah tangan. Meski hari menjelang malam, masih ada orang di jalan, dan Belinda merasa wajahnya memerah, semerah blus dan lipstiknya. “Aku juga salah kalau ngarepin Om… Mana mungkin…”“Ha…?”“Mulai besok aku nggak di sini lagi, Om,” kata Belinda. Puting gadis itu mencuat di balik gaun tipisnya…“Malah jadi ribet nih, Om,” Belinda terkikik sambil mencoba merapikan rambutnya.




















