hh.. Bokep china sakit nih..” Ya gimana dong? Kuhisap putingnya, menyaksikan pori-porinya yang membuka saat kujilati kulit dadanya. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. sori aku sedikit emosi.”
“Hmm.. “Ray..” Entah setan mana yang menyetir otakku saat itu, kuremas buah dadanya yang empuk, mengulum bibirnya dengan penuh nafsu, membuatnya terengah-engah menahan tekanan kepalaku.Nia menurut saat. Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?”
“Bukan gitu, Ray..”
“Ya sudah deh, aku ngantuk.”Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang. bagaimana melakukannya dengan benar? Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. “Ma.. Tamparan itu telak mengenai pipiku, membuat pengaruh obat di kepalaku sejenak berkurang. Menyandarkan tubuhku di tembok di sebelah rak buku, dan membiarkan orang-orang memandangku dengan heran saat aku tertawa. Anehnya, pengaruh obat itu mulai terasa agak ringan sekarang.Kuantar ia pulang ke rumahnya. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. umm.. Kutekan terus batang kemaluanku berusaha menembus “apapun” juga yang menghalangi pergerakannya saat itu.




















