Bu Meli hanya menurut dan menikmati apa yang kuberikan. Hijab bokep “Ayo sama-sama aku juga mau”, balasnya disela erangan kenikmatannya. Sudah dua tahun aku bekerja di perusahaan swasta ini. Aku terhenyak diam, terpaku. Dia itu kan kelas atas sementara aku karyawan biasa. Bu Meli menggelinjang panas. Aku tau itu, Bahkan kamu sering curi-curi pandang menatapku kan?”, ditembak seperti itu aku jadi malu juga. Lalu tanpa dikomando lagi kami sudah berpagutan. Aku menurut saja melangkah ke lift yang membawaku ke kamar itu. nggak tahan”, katanya disela rintihan. “Aku sebetulnya nggak percaya dengan semua ini. Aku semakin tergagap, tidak menyangka akan diajak seperti ini. Ciumannya semakin dalam, aku lantas mengeluarkan jurus-jurus ciuman yang kutau selama ini. “Iya Bu, sejujurnya aku selama ini memimpikan untuk bisa berdekatan dan berduan dengan Ibu, makanya aku sering nyari alasan masuk keruangan Ibu”, kataku polos. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek. “Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah membereskan file-file, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Ketika kujebloskan si Mr.Happy, uupps Bu Meli terpekik.




















