Tak lama berselang, Tia pun keluar dari kamarnya. Aku bahkan sering mengantarnya pulang ke rumah dan sekedar bertamu di rumahnya. Bokep hijab indo Cuma kamu terlihat cantik aja pake daster itu..” jawabku sambil menahan malu karena ketahuan melihat dirinya.“Hihihihi Mukanya Bapak merah tuch Ketahuan tuch bohongnya..” ujar Tia sambil tertawa. Akhirnya setelah basa basi dengan pertanyaan sederhana mengenai lama tidaknya Tia menunggu akhirnya kami pun masuk. Kuusap-usap belahan memek dan klitorisnya dengan kepala kontolku yang sudah licin akibat air ludah Tia dan cairan precumku. ” ujar Tia seraya menyudahi kegiatan oralnya dan kemudian terlentang di atas sofa dengan kedua paha direntangkan sehingga menampakkan memeknya yang masih terbungkus celana dalam pinknya. Tia sampai dua kali orgasme..” ujar Tia seraya tersenyum dan berusaha mengatur nafasnya.Kubalikkan badanya Tia hingga posisinya tengkurap, dan kunaikkan pantatnya sehingga lubang memeknya ikut naik dan merekah. Aku pun duduk di sofa ruang tamu rumah Tia.Sementara Tia masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Mau pake susu kch Pak kopinya ? Siang itu suasana di Mall sangat sepi dan lenggang. Aku pun memandangya dengan penuh kekaguman. Kalau missal lagi gak sibuk, saya mau minta tolong anterin pulang bisa kch pak?




















